Eric Avery: pasca reuni Jane’s Addiction

Kurang lebih seminggu lalu, saya teringat akan seseorang bassis, Eric Avery namanya. Dia adalah ex bassis dari Jane’s Addiction, Polar Bear dan terakhir ia merilis album solo.

Setelah googling, akhirnya saya menemukan (lagi) blognya.

Terakhir saya tahu kabarnya, ia bergabung lagi dengan Jane’s dan akhirnya keluar lagi. Sempat diganti oleh bassis ex Guns n Roses, Duff McKagan yang sekarang pun sudah keluar dari Jane’s.

Penasaran juga ingin tahu kenapa alasan Eric masuk dan akhirnya keluar lagi dari Jane’s. Padahal selama ini, dia adalah personil paling anti untuk diajak bergabung reuni dengan Perry Farrell dkk. Sampai akhirnya, Eric memutuskan untuk reuni. Suatu hal yang bikin girang semua fans Jane’s tentu saja. Karena mereka reuni dengan formasi orisinilnya.

Akhirnya, saya menemukan link di youtube yang berisi interview online antara Eric dengan xiola.org, suatu situs fanbase Jane’s Addiction. Interview online yang berjilid hingga 16 video ini menjelaskan dengan gamblang dan jujur dari sudut pandang Eric tentang berbagai hal. Seperti alasannya bergabung dan lalu meninggalkan kembali band yang dibentuknya, berbagai insight (wawasan) tentang Perry Farrell yang sekarang sudah berakting layaknya seorang superstar, rencana album Jane’s yang tadinya akan diproduseri oleh Trent Reznor dan berbagai hal lainnya.

Buat saya pribadi setelah menonton 16 seri video itu, agak menyayangkan reuni ini tidak berbuah album dengan formasi orisinal. Jane’s akan bikin album (kabarnya) tapi jelas tanpa Eric. Bayangkan saja, Jane’s Addiction formasi orisinal berkolaborasi dengan Trent Reznor dan Atticus Ross. Ouch, seram!

Kalo cukup banyak waktu dan internet lagi lancar, buat Jane’s mania, ataupun Eric Avery fans, langsung aja dinikmati link youtube di atas. 🙂

Advertisements

Matt Cameron: ‘merusak’ Pearl Jam?

Pertanyaan yang gampang-gampang-susah jawabnya. Bagaimana pun, sebagai fans band itu, tetep harus dijawab :). Jawabannya simpel ya…

Matt adalah drummer pertama yg ‘ditaksir’ Stone Gossard dan Jeff Ament (keduanya founder Pearl Jam). Gimana mereka merasa ‘wow’ saat Matt mau bantuin ngisi di Mamason, demo kaset yang berisi embrio dari lagu-lagu di album Ten. So, begitu tau Matt available setelah Soundgarden bubar, gak pikir panjang lagi langsunglah mantan drummer Skin Yard itu ditawarin untuk bergabung dengan Eddie Vedder dkk. Ed yang telpon Matt kalo gak salah.

Dengan latar belakang itu, udah ketauan selera seperti apa yang mereka mau dari seorang drummer. Selera yang juga otomatis masuk ke musik. Maksudnya, musik seperti itulah yang mereka mau, dengan dibekingi oleh gaya main drummer seperti itu. Rock hard, in your face, bukan yang groovy seperti dalam album Ten.

Jadi, musik PJ sekarang itu sepertinya (asumsi) adalah musik yang mereka mau dari awal. Dengan konsekwensi lagu-lagu lama (yang biasa kita denger) jadi berubah which is fine buat mereka. Karena Alive versi Matt sekarang, misalnya, adalah aransemen yang mereka mau pas rekaman Ten (seperti juga terdengar dalam demo awal mereka) dan baru kesampaian sekarang. Terbukti dengan hasil album remix Ten. Sound cita-cita Pearl Jam akhirnya didapat juga, sekarang.

Matt ‘merusak’ soul Pearl Jam? Sepertinya nggak ya. Kalo merusak, pasti udah ditendang dari awal, tidak diajak main sampai empat album studio hingga sekarang.