Inspirasi Rodriguez

Searching-for-sugar-man--poster

“Jangan takut untuk terus berkarya. Yang penting jujur.” Wejangan yang kerap kali didengar saat seorang musisi sedang down. Wejangan yang ‘lebay’? Ya namanya saja wejangan untuk menghibur, tentunya harus yang positif meskipun terdengar ‘lebay’.  Apa iya selalu ‘lebay’? Nyatanya tidak. Satu kata…

Rodriguez.

Tidak usah bingung kalau belum pernah dengar nama penyanyi ini. Saya pun baru dengar namanya ketika menonton film dokumenternya, Searching For Sugar Man belum lama ini.

Apa hubungannya Rodriguez dengan wejangan di atas?

Saat pertama kali didengar oleh A&R sebuah label, Rodriguez diramalkan bakal menjadi bintang besar di awal 70an. Setelah menandatangani kontrak, ia pun segera masuk studio rekaman. Dua album pun beres direkam tapi sayangnya, kedua album itu hanya terjual sedikit sekali di negaranya, Amerika Serikat.  Rodriguez pun dilepas kontraknya dari label dan ia pun berhenti jadi musisi.

Cerita belum selesai, justru itu awal dari cerita kesuksesannya.

Gagal total di kampungnya, tapi justru album-album Rodriguez itu sangat sukses di negara lain, Afrika Selatan. Di sana, ia bak Elvis atau Bob Dylan. Lagu-lagunya sesuai dengan semangat perjuangan melawan apartheid saat itu. Bisa dibilang, setiap rumah di Afsel pasti punya satu atau malah dua album Rodriguez. Sayangnya, ia tidak bisa sembarangan untuk diundang main di sana karena masalah politik dalam negeri di Afsel. Sampai suatu saat, fansnya di Afsel harus menangis karena mendengar kabar bahwa Rodruguez mati bunuh diri di atas panggung. Tragis.

Amat sangat tragis…

Untungnya cerita itu tidak benar.  Yang benar adalah Rodriguez mengundurkan diri dari dunia musik dan dikabarkan bekerja serabutan sebagai tenaga kasar konstruksi, tapi jelas fansnya di Afsel tidak tahu menahu tentang itu. Mereka hanya tahu bahwa pahlawan mereka mati bunuh diri.

Di sini wejangan itu mulai terasa punya arti yang benar, tidak berlebihan atau sekadar penghibur. Kita musisi ‘tugasnya’ adalah berkarya, sejujur-jujurnya, semampunya, selama-lamanya. Entah itu akan membawa ketenaran, kekayaan atau nama besar. Kita tidak pernah tahu implikasi dari karya kita pada orang lain. Bisa sangat besar, bisa amat sangat berarti untuk hidup mereka. Mengetahui karya kita punya arti bagi orang lain, itu yang tidak bisa dibayar oleh apa pun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s