Berburu Kaos di Singapura

Setiap ingat Singapura, selalu terbayang kapan ada kesempatan belanja kaos band alias kaos ‘metal’. Dari zaman kaos-kaos tersebut masih sulit didapat hingga sekarang sudah banyak bisa didapat di sini, godaan untuk mencari masih menghantui.

Liburan ke Singapura akhir Juli lalu saya gunakan untuk mencari lagi di mana penjual-penjual kaos itu. Saya terakhir ke Singapura kurang lebih 13 tahun lalu, sekitar tahun 2001 untuk meliput konser Robbie Williams. Yup, terlalu lama untuk nggak mampir ke Negara Singa ini.

Setelah browsing di internet kira-kira di mana toko-toko tersebut, akhirnya muncul nama Peninsula Plaza. Cek lewat peta di smartphone, ternyata tidak jauh dari tempat saya menginap. Cukup dengan jalan kaki sekitar 15 menit. 

Sesampainya di depan Peninsula Plaza, saya agak bingung. Soalnya ada dua gedung di situ, plaza yang bergabung dengan hotel Peninsula dan di seberangnya hanya pertokoan saja. Yang di seberang itu yang pertama saya masuki. 

Begitu saya masuk, saya langsung ke lantai dua dengan sok tahunya. Sama sekali nggak ketemu bentuk toko kaos. Malah ketemu toko sex toys. Penasaran sebenernya untuk masuk, tapi ya sudahlah. Nanti saja kalau emang saya mau beli sex toys, lain waktu, mungkin.

Akhirnya, saya putuskan untuk menyeberang ke gedung di seberangnya. Gedung perbelanjaan yang menyatu dengan hotel Peninsula Plaza.

Begitu masuk, dari lantai bawah sudah tercium aroma rock (nggak sih, biasa aja sebenernya). Hanya saja sudah terlihat di lantai atas dan bawah, toko-toko yang menjual kaos-kaos yang saya cari.

Saya putuskan ke lantai B1 dulu. Sekilas saya berasa seperti sedang ada di Blok M Mall. Bedanya di sini nggak ada bau asap Metro Mini. Di lantai bawah ini terlihat beberapa toko yang menjual kaos band. Selain itu, terdapat juga banyak toko yang menjual sepatu.

Setelah belanja dua kaos seharga masing-masing sekitar 20 dollaran, dan dapat diskon! Saya lanjut ke lantai 2. Di lantai itu juga ada banyak toko kaos dan sepatu. Kalau di lantai dua ini, rata-rata bahan kaosnya mirip dengan yang dijual di Jakarta. Saya kurang ngerti bahan kaos dan detil tentang kaos, asal muasal, dibikin di mana, dan lain-lain. Sedangkan kalau yang di lantai B1, kualitas kaosnya terasa lebih murah tapi lebih adem dipakai.

Saya cukup puas dengan perburuan saya kali ini. Mungkin ada tempat lain yang saya nggak tahu. Sengaja saya simpan untuk lain kali kalau datang lagi ke Singapura.

Salah satu kaos dari lantai B1
Salah satu kaos dari lantai B1