Intelijen Dalam Kepentingan Nasional

Berikut adalah analisa singkat dalam menjawab pertanyaan, bagaimana kegiatan intelijen dapat mendukung pencapaian kepentingan nasional sebuah negara. Yang pertama harus dijabarkan adalah makna dari intelijen sendiri. Dalam dunia intelijen, ada tiga makna: intelijen sebagai organisasi, pengetahuan dan kegiatan.

Kegiatan intelijen adalah suatu kegiatan negara yang bersifat rahasia untuk mengetahui atau juga memengaruhi entitas asing.1 Jika di Indonesia, kegiatan intelijen melaksanakan tiga fungsi yaitu: Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan.

Di dalam UU Intelijen pasal 6 ayat 2 tahun 2011 dijabarkan, bahwa Penyelidikan adalah serangkaian upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk mencari, menemukan, mengumpulkan, dan mengolah informasi menjadi Intelijen, serta menyajikannya sebagai bahan masukan untuk perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Sedangkan Pengamanan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk mencegah dan/atau melawan upaya, pekerjaan, kegiatan Intelijen, dan/atau Pihak Lawan yang merugikan kepentingan dan keamanan nasional. Yang terakhir, Penggalangan adalah serangkaian upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk memengaruhi sasaran agar menguntungkan kepentingan dan keamanan nasional.

Melalui kegiatan intelijen ini intinya adalah menangkal dan mencegah ancaman yang datang atau bahkan belum terlihat. Ancaman yang kemungkinan dapat mengancam berbagai kepentingan dan keamanan nasional, bahkan kedaulatan suatu negara.

Pada operasi perebutan Timor Timur (dahulu Timor Portugal), sebelum melakukan operasi militer, Indonesia melakukan kegiatan intelijen pada akhir tahun 19742. Kala itu Brigadir Jenderal LB Moerdani yang menjabat sebagai Asintel Dephankam memerintahkan Kapten Sutiyoso untuk masuk ke Timor Timur. Sang kapten diperintahkan untuk mencari celah supaya tentara Indonesia dapat masuk ke sana. Ia juga diperintahkan untuk melakukan kegiatan intelijen, mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan data-data intelijen dengan menyamar sebagai mahasiswa hingga kuli angkut.

Setelah mendapat celah, Operasi Flamboyan dilaksanakan. Kopassandha (sekarang Kopassus) mengirimkan tiga tim menyusup ke Timor Timur. Setibanya di sana, tim-tim tersebut kembali melakukan operasi intelijen dengan menggalang sekitar 1500 milisi lokal untuk membantu tentara merebut Timor Timur. Hingga akhirnya operasi militer dengan sandi Operasi Seroja pun dilaksanakan dan Indonesia berhasil menduduki Timor Timur.

Apa yang dilakukan Indonesia saat itu jelas merupakan kegiatan intelijen. Tujuannya demi menjaga keamanan nasional. Karena saat itu terjadi perebutan kekuasaan dengan kekerasan antar golongan di Timor Timur setelah rezim Salazar tumbang di Portugal, negara yang menguasai Timor Timur. Perbatasan Nusa Tenggara Timur terancam jika perang saudara itu terus membesar. Ditambah lagi adanya ancaman penyebaran paham komunisme yang saat itu diusung oleh salah satu partai, Fretilin dan konon didukung oleh Uni Soviet.

Melihat keamanan nasional Indonesia yang terancam, pemerintah Indonesia saat itu melakukan kegiatan intelijen untuk mengatasinya. Kegiatan intelijen yang berakhir dengan operasi militer itu dapat menjawab bahwa kegiatan tersebut mendukung kepentingan suatu negara.

@pronkiy

  1. Warner, Michael; Wanted: A Definition of Intelligence, hal. 21
  1. Majalah Tempo; Edisi Khusus: Benny Moerdani Yang Belum Terungkap (Tempo, Oktober 2014), hal 76
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s