Intelijen dan Naiknya Harga BBM

Mungkin ada yang bertanya, apa hubungannya intelijen dengan kenaikan harga BBM? Dalam Undang Undang nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara pasal 6 tertulis tentang fungsi intelijen. Salah satu fungsinya adalah ‘penggalangan’. Di dalam pasal 6 ayat 3 itu tertulis bahwa penggalangan terdiri atas serangkaian upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk memengaruhi sasaran agar menguntungkan kepentingan dan keamanan nasional. Kata kuncinya di dalam definisi dari ayat tersebut adalah ‘memengaruhi’. ‘Sasaran’ dalam konteks tulisan ini adalah masyarakat Indonesia pada umumnya.

Karena intelijen negara adalah bagian dari pemerintah, maka mendukung kebijakan pemerintah memang sudah menjadi kewajiban. Mendukung di sini tentunya harus sesuai dengan fungsinya yang diatur dalam Undang Undang.

Di luar berbagai pendapat yang pro dan kontra terhadap isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 17 November 2014 lalu , salah satu fungsi intelijen negara yaitu penggalangan, sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah berkenaan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional dalam hal ini, secara singkat, adalah untuk mendistribusikan subsidi agar lebih tepat sasaran.

Secara umum di banyak negara, intelijen negara, yang di negara ini dikoordinasikan oleh Badan Intelijen Negara atau BIN, adalah agensi atau lembaga negara dengan klien tunggal, produsen dengan ‘langganan’ hanya satu konsumen, yaitu presiden. Sehingga presiden berhak meminta intelijen negara untuk membantu melakukan salah satu fungsinya ini untuk menggalang pengaruh di masyarakat.

Menurut AM Hendropriyono (Filsafat Intelijen), ada dua jenis penggalangan, yaitu penggalangan keras dan cerdas. Untuk kenaikan BBM yang resmi naik per tanggal 18 November 2014  ini perlu digunakan penggalangan cerdas menggunakan pendekatan yang lebih psikologis, dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk menyadarkan dan memengaruhi rakyat akan pentingnya kenaikan BBM ini demi kepentingan nasional di masa depan.

Jika zaman dulu kerap kali kita mendengar bahwa fungsi penggalangan ini disalahgunakan oleh pemerintah Orde Baru untuk memaksa masyarakat menuruti kebijakan-kebijakan dari pemerintah. Memaksa dengan segala cara, dari cara yang wajar hingga cara kekerasan. Kini, zaman telah berubah. Intelijen negara tidak dapat lepas dari keterikatan sumpah dan Undang Undang yang dapat menghukum personel intelijen negara yang melanggar. Setiap orang yang dirugikan dalam pelaksanaan fungsi intelijen juga dapat mengajukan permohonan rehabilitasi, kompensasi dan restitusi seperti yang tertulis dalam pasal 15 UU 17/2011. Pelaksanaan fungsi intelijen yang profesional dan sesuai dengan Undang Undang seharusnya sudah dapat diterapkan sesuai jalurnya.

Selain itu, filosofi dari eksistensi intelijen ialah untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Intelijen negara juga berperan untuk mengamankan dan menyukseskan kebijakan dari pemerintah. Jadi sebenarnya sudah sangat wajar jika pemertintah untuk memaksimalkan kerja intelijen dalam mendukung kebijakan kenaikan BBM ini.

Kegiatan intelijen kebanyakan dilakukan dengan melakukan kegiatan rahasia, yang tidak terlihat oleh masyarakat. Sehingga kegiatan penggalangan ini juga kemungkinan tidak mudah terbaca oleh masyarakat. Mungkin kegiatan kampanye penggalangan dalam mendukung naiknya BBM ini sudah dilakukan oleh pemerintah dan intelijen. Atau mungkin juga belum maksimal, karena sekarang hanya berselang satu hari dari harga baru BBM berlaku (tulisan ini ditulis pada tanggal 19 November 2014). Harapannya tentu agar kegiatan penggalangan ini, jika ada, dilakukan demi tujuan masa depan yang lebih baik untuk menyejahterakan bangsa dan memajukan negara ini. Tidak lagi disalahgunakan seperti masa lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s