American Sniper: Nasionalis Ketipu

american-sniper-poster

Tulisan ini bukan sinopsis atau review film karya Clint Eastwood. Jadi tidak perlu takut ada spoiler di tulisan ini. Toh, filmnya juga berdasarkan cerita nyata.

11 September 2001, menara WTC di New York dihajar dua pesawat dari maskapai penerbangan United Airlines dan American Airlines. Chris Kyle dan istrinya menyaksikan kejadian ini melalui pesawat televisi di rumah mereka di daerah Texas. Emosi amarah dari Chris Kyle pun memuncak. Rasa nasionalismenya pun membakar. Saat itu ia sudah tergabung dengan Navy Seals. Tidak lama setelah hari bersejarah itu, kampanye ‘Global War of Terror’ dicanangkan oleh pemerintah George W. Bush.

Tahun 2003, pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya memutuskan untuk menginvasi Irak. Menurut laporan intelijen AS, Irak saat itu sedang mengembangkan senjata pemusnah massal. Cukup dengan laporan itu, George W. Bush memerintahkan untuk mengirimkan pasukan ke Irak. Tentunya juga masih menunggangi kampanye Global War of Terror yang tujuannya jelas memerangi terorisme, terutama Al Qaeda dan gerakan-gerakan aliansinya. Perang berlangsung beberapa tahun hingga akhirnya pemerintah Saddam Hussein jatuh dan, dalam konteks perang Irak, AS resmi menarik pasukannya pada tahun 2011.

Chris Kyle sebagai sniper dari US Navy Seals melakukan empat tur bolak balik ke Irak hingga keluar dari Navy pada tahun 2009. Rasa nasionalisme untuk menjaga AS dari serangan terorisme yang membuatnya getol bolak balik ke Irak. Rasa ingin melindungi bangsa dan keluarganya membuat ia rela meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Dengan alasan melindungi keluarganya itu lah hingga akhirnya konon ia menjadi incaran tentara maupun insurgen Irak karena keandalannya sebagai sniper. Dalam beberapa kesempatan nyawanya terancam.

Beberapa tahun kemudian, diketahui bahwa laporan intelijen itu ternyata dipolitisasi oleh rezim Bush. Tidak pernah ditemukan bukti konkret bahwa Irak sedang membangun senjata pemusnah massal. Karena memang mereka tidak punya senjata tersebut. Laporan itu hanya digunakan sebagai alat ‘pembenaran’ rezim Bush untuk invasi ke Irak dengan berbagai kepentingan di belakangnya, termasuk tentunya kepentingan terkait dengan minyak.

Seandainya bisa, Chris Kyle seharusnya ditempatkan satu ruangan dengan George W. Bush untuk saling curhat dan berdebat tentang ini. Tentunya bakal seru. Seringkali rasa kebanggaan untuk bela bangsa, apapun wujudnya, dari warga negara dimanfaatkan oleh penguasa bangsa itu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s