FAQ Konser Bon Jovi, Jakarta, 2015

Foto: @abottsky
Foto: @abottsky

Keren gak?
Subjektif. Kalau nanya yang tahu semua lagunya, asik-asik aja.

Soundnya bagus gak?
Seumur-umur nonton di GBK, belum pernah ada penampil yang tampil sempurna di sana secara sound. Nggak tahu kenapa. Apa karena faktor bangunan GBK yang memang nggak didesain untuk ‘menyerap’ suara atau memang belum ada yang mampu mengendalikan sound di GBK. Padahal saya berdiri pas di belakang FOH yang harusnya jadi sweet spot dan tempat sound terdengar balance. Di lagu pertama, sound yang keluar mendem dan nggak balance. Baru sekitar lagu keempat sound lumayan balance, tapi tetap jauh dari sempurna.

Banyak lagu-lagu lamanya?
Kalau yang dimaksud lagu lama adalah lagu-lagu album Crossroads dan sebelumnya, ada sekitar 11 lagu yang dibawain. Kalau lagu lama maksudnya adalah lagu-lagu dari sebelum album ‘Burning Bridges’ yang baru dirilis, total ada 19 lagu (sudah termasuk 11 lagu dari pra Crossroads). Buat audiens yang berhenti denger Bon Jovi di album Crossroads, harusnya cukup terpuaskan karena bisa nyanyi 11 lagu.

Gimana posisi gitaris?
Gitaris malam itu adalah Phil X, yang paling banyak ambil posisi lead guitar dan ada Matt O’Ree. Keduanya gitaris session yang andal, malah Matt adalah frontman dari band bluesnya. Silakan di-google sendiri kalau mau tahu tentang mereka. Di panggung, Jon diapit dua gitaris gondrong itu keren dilihatnya.

Apa serunya tanpa Richie Sambora?
Secara teknik dan performance, kedua gitaris tadi sangat mumpuni dan tampil nggak malu-maluin. Secara sosok di panggung, Richie memang belum tergantikan, terutama untuk nyanyi harmoni bareng Jon. Bukan salah siapa-siapa sih kalau Richie yang galau sampai akhirnya resign dari band. Fans move on…if you are a fan.

Bon Jovi ngerock nggak?
Definisi rock apa? Distorsi? Berisik? Teriakan? Lead guitar melengking? Kalau jawaban semuanya ‘iya’, ya Bon Jovi ngerock. Kalau punya definisi rock yang lain ya monggo dinilai sendiri. Yang jelas jangan harap Bon Jovi kayak Lamb of God. Beda binatang.

Jon udah susah nyanyiin nada-nada tinggi, kan?
Emang. Dari beberapa tahun lalu pun udah kayak gitu. Banyak buktinya di YouTube. Nggak expect dia nyanyi kayak masih muda. Vokalis yang suaranya masih gokil dari band glam rock era 80-90an, cuman Jeff Keith (Tesla) dan Tom Keifer (Cinde-fuckin-rella). Bret Michaels (Poison) cukup oke, itu juga karena gaya nyanyi dia jarang di nada-nada tinggi.

Secara keseluruhan, konser ini baik-baik aja. Beda rasanya memang dengan 20 tahun lalu pas semua orang yang datang ke Ancol tahu luar kepala lagu-lagu Bon Jovi dan kita datang dengan rasa deg-degan yang sama untuk nonton mereka, even udah nggak original lineup.

Poin lain, sound yang emang nggak maksimal. GBK emang antik, susah ditaklukan secara sound. Pekerjaan rumah buat para promotor untuk bisa cari venue outdoor yang mampu nampung 40 ribu lebih audiens tanpa harus mengorbankan sound. Atau pugar GBK menjadi stadion kelas dunia ala Wembley. Ah, ngarep pemugaran ini agak berharap terlalu banyak ya?

Setlist:
That’s What The Water Made Me
Who Says You Can’t Go Home
Lost Highway
Raise Your Hands
You Give Love a Bad Name
Born To Be My Baby
We Don’t Run
It’s My Life
Because We Can
Someday I’ll Be Saturday Night
What About Now
We Got It Going On
In These Arms
Wanted Dead Or Alive
I’ll Sleep When I’m Dead
Keep The Faith
Bad Medicine

Encore:
Runaway
Have a Nice Day
Livin On a Prayer

Advertisements

3 thoughts on “FAQ Konser Bon Jovi, Jakarta, 2015”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s