Anarkisme Bukan Terorisme

stock-vector-anarchy-symbol-123149071

Anarkisme berasal dari kata anarki. Anarki dapat diartikan sebagai suatu spirit atau semangat dan anarkisme dapat pula diartikan sebagai suatu filosofi. Anarki sebagai suatu spirit adalah semangat ketidaksetujuan terhadap kemapanan baik dalam pemerintahan maupun dalam hirarki organisasi apa pun. Ketidaksetujuan terhadap sistem, pola kerja atau apa pun. Anti kemapanan tidak berarti gerakan atau semangat ini sesuatu yang negatif. Anarkisme tidak mengajarkan penggunaan kekerasan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Terdapat pendapat arus utama filsafat anarkisme. Kebanyakan penganut filsafat anarkisme berkeyakinan:
1. Manusia terlahir baik ataupun terbentuk dari potensinya untuk menjadi baik. Manusia dirusak oleh otoritas dari agama, politik,dan pendidikan
2. Manusia adalah makhluk sosial dan secara alami manusia itu ingin bekerjasama dari pada bersaing
3. Otoritas dalam segala bentuk menghalangi pembangunan manusia
4. Kepemilikian pribadi sebagai institusi menciptakan korupsi dan eksploitasi oleh manusia
5. Negara adalah entitas yang tidak wajar dan koruptif. Pengembangan suatu komunitas haruslah berdasarkan kerjasama warga secara sukarela, tidak di bawah tekanan pemerintah
6. Organisasi yang kompleks dan besar menuju pada kerumitan hirarki dan ortoriter. Desentralisasi memungkinkan untuk kerjasama antar manusia
7. Perubahan sosial harus spontan, langsung, dan mencerminkan keinginan massa, yang muncul dari dalam, bukan dari luar komunitas. Perubahan sosial harus konsisten maksud dan tujuannya
8. Industri akan merugikan jika mesin menguasai manusia yang akan membawa dehumanisasi, kehancuran integritas pribadi dan kebuntuan kreativitas

Kondisi yang chaos, kekacauan, menghancurkan segala tatanan dan mulai dari titik nol adalah suatu definisi yang kerap digunakan untuk menggambarkan anarkisme. Anti terhadap kemapanan apalagi jika situasi mapan itu koersif, tidak adil maka perlu ditumbangkan atau dilawan dengan gerakan anarki. Dari angggapan seperti itu terkesan bahwa semangat atau gagasan anarki itu adalah suatu gerakan yang negatif dan agresif.

Keburukan nama anarkisme tidak terbantu menjadi lebih baik di saat sudah terbentuknya persepsi di masyakarakat bahwa anarkisme adalah terorisme. Persepsi yang banyak dibangun oleh media. Setiap ada tindakan vandalisme atau teror hampir selalu anarkisme yang dijadikan kambing hitam dan menjadi headline.

Sementara itu hubungan antara anarkisme dan terorisme tidaklah dekat secara maksud dan tujuan. Anarkisme adalah suatu filosofi dan spirit, sementara terorisme lebih kepada suatu tindakan teror.

Meskipun berbeda namun keduanya dapat saling berkolaborasi jika digunakan untuk keperluan yang salah. Terorisme sama dengan anarkisme karene mereka menyerang nilai tertentu. Anarki bisa dengan mudah ditunggangi oleh teroris atau aksi teror.

Pada abad 19, aktivis anarki berasumsi bahwa masyarakat dunia sudah sadar dan paham akan gerakan revolusi mereka. Gerakan untuk menjatuhkan monarki. Gerakan anti kemapanan. Masyarakat dunia (Eropa) mereka asumsikan memiliki rasa, keingninan dan cita-cita yang sama dengan semangat perjuangan mereka. Dibutuhkan suatu percikan kecil saja untuk menyulut semua pendukung gerakan untuk bergerak secara spontan dan menjalankan revolusi. Dengan berpegang pada asumsi itu, sebagian anggota gerakan itu mulai menjalankan aski terornya dengan teror bom atau pembunuhan sebagai percikan untuk menggerakan massa. Aksi ini yang disebut sebagai propaganda dengan perbuatan.

Anggapan bahwa aksi teror ini akan menyulut aksi gerakan memang terbukti, karena orang pun ramai-ramai bergerak untuk meruntuhkan kemapanan yang dianggap membawa ketidakadilan. Dari sisi lain, dengan aksi teror ini justru menimbulkan antipati kepada gerakan anarki. Seakan-akan gerakan anarki itu akan selalu berujung dengan teror. Tindakan teror pun mulai diidentikan dengan gerakan anarki hingga sekarang.

Pada kenyataannya, mayoritas penganut filosofi anarkisme menganjurkan bahwa mereka percaya pada kegiatan anti kekerasan untuk membuat perubahan sosial. Memberi contoh dan bukti akan lebih baik dari pada aksi teror.

Pada satu titik, terorisme dan anarkisme seharusnya akan berpisah. Anarkisme adalah suatu gagasan untuk perubahan. Sedangkan terorisme adalah mengubah dengan menimbulkan korban. Korban merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam terorisme, malah dibutuhkan dalam tindak terorisme sebagai keniscayaan atas aksinya. Terorisme butuh pemenang dan pihak yang kalah. Itu bertentangan dengan anarkisme.

Dari uraian di atas, jelas bahwa anarkisme tidak sama dengan terorisme. Seorang dengan spirit anarki belum tentu akan berakhir sebagai seorang teroris. Dalam diri setiap orang ada semangat anarki tersebut, terlebih di era globalisasi seperti sekarang. Ketidakadilan, kekerasan, ketidakpuasan terhadap negara atau otoritas ada di mana-mana di penjuru dunia. Yang bermodal menguasai, yang miskin terkuasai. Yang kuat di atas, yang kalah tertekan di bawah. Sehingga dapat dikatakan ketidakadilan dan ketidakpuasan terhadap negara atau otoritas sudah muncul di saat manusia lahir di dunia.

Secara sadar atau tidak, spirit anarki sudah lahir dari kecil sewaktu seorang anak mulai dapat melihat dunia, baik melalui eksternal lingkungannya maupun dari internal lingkungan atau keluarganya sendiri. Rasa ketidaksetujuan pada negara atau otoritas sudah muncul sejak anak mulai sekolah. Di sekolah (atau bahkan di rumahnya) seorang anak mulai dikenalkan pada hukuman jika melakukan kesalahan. Kesalahan yang mungkin saja tidak dilakukannya secara sengaja atau ada alasan kuat lainnya mengapa ia sampai melakukan kesalahan. Dari situ akan timbul perasaan menentang akan ketidakadilan yang menimpa dirinya. Spirirt anarki pun lahir saat itu.

Lalu, apa anak tersebut dapat dikatakan calon teroris karena adanya spirit anarki dalam kepalanya? Tentu tidak serta merta membuatnya akan menjadi teroris kelak saat dewasa. Banyak faktor lain yang membuat seseorang menjadi teroris.

Anarkisme jika disebut sebagai salah satu paham atau semangat yang dapat menjadi embrio terorisme tentu tidaklah tepat. Karena terorisme dapat menunggangi paham apa saja yang ada di dunia ini, termasuk ajaran agama yang dipelintir sedemikian rupa demi mencapai tujuan aksi terornya.

REFERENSI:
JOHN BUCCI; Searching for the Meaning of Anarchism ; The Journal of Education, Vol. 154, No. 2, IDEAS NEGLECTED IN EDUCATIONAL PHILOSOPHY (December 1971), pp. 61-68

D. Novak ; Anarchism and Individual Terrorism; The Canadian Journal of Economics and Political Science / Revue canadienne d’Economique et de Science politique, Vol. 20, No. 2 (May, 1954), pp. 176-184

Advertisements

One thought on “Anarkisme Bukan Terorisme”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s