Fab Four: Masih Relevan?

maxresdefault
Pic: the guardian

Film Eight Days A Week, film tentang The Beatles dari album pertama Please Please Me sampai dengan mereka manggung terakhir di atap kantor Apple, perusahaan rekaman mereka. Beatlemania kata yang memiliki arti kegilaan atau histeria dari fans The Beatles. Histeria yang bikin sebuah konser musik berisi hanya terikan manusia. Sebagian besar manusia yang datang ke konser itu hanya untuk berteriak histeris. Musik bukan komoditi untuk dinikmati. Ditambah lagi dengan teknologi live audio yang masih minim. Semuanya bikin The Beatles muak dan memutuskan stop melakukan tur dan konser.

Memang gak ada cerita baru dari film ini terutama bagi die hard fans The Beatles, selain beberapa testimoni dari beberapa artis Hollywood yang sempat nonton konser The Beatles saat mereka masih kecil. Semua sudah pernah kita dengar. Dari masa mereka tur di Hamburg, tampil di Ed Sullivan Show sampai memutuskan berhenti konser.

Apakah The Beatles yang sudah bubar dari sekitar tahun 1968, sudah ditinggal mati dua anggotanya, tanpa album baru, masih relevan dengan generasi sekarang? Pertanyaan yang sepertinya dapat terjawab dengan film ini nantinya. Mungkin kita bisa bantu jawab pertanyaan ini dengan ajak anak-anak kita nonton. Apakah beatlemania dapat menjangkiti anak-anak seperti kita dulu setelah nonton Help! atau malah John, Paul, George dan Ringo hanya sekadar nama buat mereka, tanpa arti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s