Persaudaraan Meneror

Dulu,  menulis artikel kritik yang ditujukan untuk Soeharto dan kroninya, ABRI dan kroninya, bahkan mengritik ‘pembangunan’, bisa diteror oleh negara. Bisa ‘hanya’ diteror atau yang parah, diculik.

Sekarang, menulis status di media sosial yang isinya pujian, apa lagi kritik, untuk presiden, gubernur, di masa pilkada, pileg, pilpres ataupun di luar masa-masa itu, sama-sama bisa kena teror. Kali ini mungkin bukan oleh negara, tapi oleh yang katanya teman atau kenalan.

Sedang hidup di era persaudaraan yang curiga dan meneror. Tangan kanan mencurigai tangan kiri, mata kanan meneror mata kiri, kaki kiri menolak untuk berayun mengikuti kaki kanan.

Dan, sepertinya kita pasrah akan keadaan itu. Tanpa perlawanan.

Semoga era ini cepat berakhir, apalagi mendekati 20 tahun ‘Reformasi’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s