Like My Father Before Me


#40HariWafatnyaPapa

Facebook, 13 Feb 2011
…Stop kekerasan fisik. Stop kekerasan verbal (intimidasi). Ciptakan dialog setara. Sesuai nilai Pancasila. Lama memang. Melelahkan memang. Itulah pilihan umat bertaqwa. Itulah pilihan manusia beradab. Itulah pilihan-ku. Damailah negara-ku. Damailah Indonesia-ku……

Di atas adalah tulisan almarhum papa di status facebook-nya. Entah respons terhadap kejadian apa sampai papa nulis itu, pada sehari sebelum hari Valentine. Sepertinya nggak ada yang luar biasa pada bulan dan awal tahun 2011 di Indonesia. Yang lebih ramai saat itu adalah dimulainya Arab Spring, terutama di Mesir. Apa pun alasannya, tapi papa mengekspresikannya dalam media sosial. Asumsinya, memang ia melihat atau dengar sesuatu yang bikinnya gelisah.

Kegelisahan papa hampir 6 tahun lalu itu, ternyata itu juga kegelisahan saya dan banyak orang Indonesia sekarang ini. Kekerasan fisik masih terjadi. Intimidasi sangat jelas, terutama di media sosial. Solusi menciptakan dialog juga bukan hal yang baru tapi tetap belum terwujud. Pancasila? Saya nggak terlalu yakin masih banyak yang paham nilai-nilainya, tapi memang itu yang terbaik untuk bangsa ini. Suka nggak suka, percaya nggak percaya. Memang lama dan melelahkan, buktinya enam tahun dari ditulisnya status itu sampai sekarang nggak ada perubahan berarti, atau sepertinya makin parah.

Tongkat estafet di tangan kita yang masih di hidup. Like my father before me, saya pun memilih untuk yakin akan pilihan ini. Saya juga manusia beradab dan beriman, demi kebaikan keluarga dan bangsa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s