(Pernah) Optimis

trump-speech-elected-president-cc4ada08-04a3-4533-8466-314f84069474
Pic: Rolling Stone

Di dalam produk-produk budayanya, Amerika Serikat dan Hollywood sering mempertontonkan rasa optimis yang besar. Sering kali malah over optimis alias lebay, sehingga ada ekspresi ungkapan: “…kayak di film aja.” Tidak apa-apa sebenarnya untuk bikin film yang seperti itu, namanya juga film. Pesan subliminal yang diharapkan dari propaganda produk budaya pop itu biasanya adalah: “Tenang saja, Amerika pasti akan datang. Amerika jagoan” atau “There will always be light at the end of the tunnel.” Intinya, sering kita temui optimisme dari film-film Hollywood dan juga lirik-lirik lagu seniman asal negeri Paman Sam.

Jadi kesimpulannya apakah bangsa Amerika sesungguhnya adalah bangsa yang optimis? Ternyata tidak juga. Buktinya adalah hari ini. Kemenangan Donald Trump meruntuhkan citra bahwa bangsa Amerika adalah orang-orang optimis yang mampu selalu tampil jadi pemenang dan jagoan di film-film. Masa depan seakan gelap dan hancur di tangan Trump. Pesimistis mulai meraja.

Mungkin eforia kekecewaan saja yang terjadi hari ini, sehingga menimbulkan sentimen pesimistis. Mungkin beberapa bulan lagi akan kembali normal. Dan, mungkin setengah setahun lagi sudah kembali business as usual. Artinya AS tetap menjadi adidaya dalam segala hal, menjajah dunia termasuk Indonesia.

Salam optimis!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s