Dialektika Cinta

Melihat segala sesuatu dari sisi yang baik atau positif itu sulit. Sungguh. Apa lagi lingkungan kita yang semakin bebas dalam menyampaikan pendapat, perasaan, atau pandangan tanpa harus disaring terlebih dulu. Tanpa peduli apakah pendapatnya menyinggung orang lain. Pendapat, kicauan, status di media sosial atau ruang publik lainnya sedemikian bebasnya. Kebebasan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, sayangnya banyak yang lebih untuk menyebarkan kesinisan, makian, dan hujatan.

Dalam Islam diajarkan untuk selalu husnudzon atau berpandangan baik pada semua orang. Dan, rasanya di setiap agama yang dianut manusia di muka bumi ini mengajarkan hal yang sama. Sesuatu yang baik tapi enggan atau sulit untuk dilakukan tapi mungkin di situ letaknya dialektika cinta antara manusia dengan Sang Penciptanya.

Selamat berakhir pekan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s