Menangis

Tidak semua orang berpendapat, menangis itu wajar. Terutama bagi orang yang melihatnya dari cara pandang yang dilatarbelakangi oleh kepentingan, afiliasi politik, dan keberpihakan. Robert Smith pun melarang lelaki untuk menangis dan menyembunyikan air mata.
Manusia itu menangis. Biasa saja. Tidak istimewa. Bayi lapar, ia menangis. Kalau jatuh terlindas bajaj, silakan menangis. Ditinggal wafat orang yang disayang, menangislah. Ditinggal pacar yang sebenarnya tidak penting untuk ditangisi, pun silakan menangis. Kalau rumahnya digusur, wajar juga untuk menangis. Kalau disakiti harga dirinya, normal sekali menangis. Menyesali  sesuatu, juga kadang perlu menangis.

Maka, menangislah, sewajarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s