Seniman atau Salesman

Advertising atau periklanan itu sama semangat dan tujuannya dengan salesman. Ya jualan,  tentunya dengan cara dan pengukuran keberhasilan yang berbeda dari salesman mobil di showroom mobil misalnya. Jadi ya advertising itu suatu kerjaan yang biasa saja. Standar. Tugasnya sama beratnya dengan mas atau mbak UNICEF di mal yang selalu minta waktu untuk ngobrol tapi selalu kita cuekin. Menjadi lucu kalau ada yang melihat advertising sebagai pekerjaan seni, misalnya. Atau malah digolongkan dalam pekerjaan yang masuk ranah dunia hiburan atau entertainment. Bisa-bisa diomelin David Ogilvy!

Bagi anak lama di biro iklan harusnya sudah paham penjelasan di atas atau mungkin masih ada yang ngotot bahwa dirinya seniman? Bagi anak baru yang baru masuk ke industri ini, semoga penjelasan singkat di atas bisa bikin sadar bahwa kalian bukan seniman atau entertainer atau bahkan manajer artis. Kalian salesman. Apa pun media iklannya, digital atau tradisional, modern atau jadul, masa kini atau masa gitu, kalian tetap salesman. Menyesal? Belum terlambat untuk jadi seniman beneran kok. Silakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s