#12Album: White Album – The Beatles

Pertemuan pertama dengan album ini sekitar 30 tahunan lalu, harusnya. Waktu itu lagi main ke rumah sepupu dan kami sama-sama beatlemania. Kalo anak sekarang ngomongin game online atau pistol Nerf dengan sepupu, kami ngobrolnya tentang kaset The Beatles yang waktu itu jelas masih kaset bajakan. Suram memang tapi bahagia.

Ngobrol macam-macam sampai akhirnya mata saya mengarah ke sebuah kaset dengan sampul putih polos. Saya pikir itu pasti bukan album The Beatles. Ternyata setelah diperhatikan, ada tulisan The Beatles di situ. Saya bertanya pada sepupu dan ia bilang ini album The Beatles. Setelah diperhatikan ada lagu Obladi Oblada yang saya sudah tahu sebelumnya. Ini jelas album The Beatles.

Singkat kata, setelah tahu akan eksistensi album ini di dunia, saya mulai mencari di toko kaset. Agak sulit karena waktu itu kaset berisi lagu-lagu campuran dari berbagai album. Jarang yang menjual kaset per album. Maklum bajakan. Akhirnya, keluar juga kaset edisi per album dan dapatlah album ini.

Pertama kali dengar, bingung. Ini The Beatles? Helter Skelter? Revolution? Happiness is a warm Gun? Why Don’t We Do It In The Road? APA INI?? Dari soundnya sama sekali bukan Help! apalagi Love Me Do. Juga dari aransemen dan lirik. Hilang sudah manisnya musik pop, citra good boys from Liverpool. Bahkan album Sgt. Peppers masih ada unsur Beatles awal dan saya masih bisa ‘kena’. Berganti dengan gitar bermuatan drive yang kuat, progresi kord yang kian rumit, teriakan-teriakan kasar dan parau.

Di double album ini justru saya malah menemukan The Beatles sesungguhnya. Kejeniusan mereka. Bukan lagi sekadar lagu enak di telinga tapi keberanian mereka mengambil sisi estetis yang berbeda jauh. Keluar dari kenyamanan. Siapa yang berani rilis double album di tahun 1968? Pink Floyd baru 11 tahun kemudian merilis The Wall, yang mungkin adalah the best selling double album in human history.

Karena alasan-alasan di atas jadi jelas kenapa album ini berpengaruh dan penting buat saya. Oh ya, album ini sebenarnya bukan ‘White Album’, tapi judulnya sederhana, ‘The Beatles’. Sederhana judul dan cover albumnya, tidak sederhana musiknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s