#12Album: Kampungan – slank

Suatu hasil karya meledak karena bertepatan dengan konteks ruang dan waktu. ‘Kampungan’ ini salah satu buktinya. Selera pasar musik saat itu sekitar akhir 80-an sampai awal 90-an adalah Guns N Roses. Apa pun yang bernuansakan GnR hampir pasti laku. Tidak hanya berlaku pada genre tapi juga attitude dan bahkan gaya hidup. Semua itu ada pada Slank. Suka gak suka album ini juga terpengaruh oleh era GnR tersebut, meski para personil Slank saat itu punya referensi musik masing-masing yang sangat jauh dari band-band ‘jebolan’ The Roxy di Los Angeles sana.

Pertama kali tahu Slank, nonton mereka di televisi, kalau gak salah di TVRI. Ya, stasiun milik pemerintah itu memang cukup keren di zamannya dengan acara-acaranya. Waktu itu masih promosi album pertama, ‘Suit..suit..Hehe’ tapi malah bisa dapat albumnya beberapa bulan kemudian. Ternyata mereka sudah punya album baru, ‘Kampungan’.

Album yang nggak sopan dan nggak senonoh di zamannya ini jelas langsung jadi playlist di pemutar kaset saya. Nggak ada band yang selugas ini dalam bermusik, terutama dalam liriknya. Iwan Fals lugas tapi nggak teriak “Anjing!” kan di lagu-lagunya? 

Album yang pas dengan suasana hati dan situasi saat itu. Muda, liar, berontak, dan anjing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s