#AdvIntro02: Iklan dan proses komunikasi

essential-elements-communication-process_83c908f7a1695260

David Ogilvy pernah mengatakan bahwa iklan itu seperti percakapan personal. Artunya, iklan itu dapat diibaratkan seperti kita sedang berbicara dengan teman kita, pacar kita atau keluarga kita. Yang ingin ia katakan sebenarnya adalah iklan harus dapat berkomunikasi sesuai dengan  khalayak sasarannya. Bagaimana kita bicara dengan pacar berbeda pastinya dengan pada saat berbicara dengan adik.

Dari penjelasan di atas kata kunci yang perlu digarisbawahi adalah komunikasi. Iklan perlu bercakap-cakap, ngobrol dengan khalayak sasarannya. Bedanya dengan percakapan personal, iklan adalah percakapan atau komunikasi dengan massa yang luas. Sehingga perlu kita ketahui proses komunikasi dalam iklan itu sendiri.

Model komunikasi adalah suatu proses komunikasi. Proses ini dimulai dari Sumber atau Source, yang mengirimkan (encoding) suatu Pesan. Pesan ini dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi atau Media. Setelah itu, Pesan diterima (decoding) oleh Penerima atau Receiver. Penerima pesan akan memberikan respons dari Pesan yang diterima kembali kepada Source. Kemudian di dalam proses komunikasi ini, terdapat pula Noise yang dapat mengganggu proses.

The-communication-process

Di era yang baru ini, model komunikasi seperti di atas tidak hanya satu-satunya model. Terdapat paling tidak satu lagi model komunikasi, yaitu model komunikasi interakif. Model komunikasi ini jelas lebih interaktif. Source dan Receiver mengubah posisinya seiring dengan pertukaran informasi. Model ini disebut juga Dialog. Model seperti ini yang kini sedang terjadi. Sudah hampir tidak adanya lagi batas antara Source dan Receiver, akibat dari teknologi internet. Kini bentuk promosi dilakukan dengan percakapan di media sosial, baik percakapan antara brand X dengan konsumennya, maupun konsumen dengan konsumen lainnya yang membicarakan brand X.

Sekarang kita bicarakan tentang periklanan sebagai komunikasi. Berdasarkan model komunikasi di atas, iklan dapat pula dianalisis menggunakan model tersebut. Source dalam periklanan adalah Pengiklan atau Brand yang dibantu biasanya oleh biro iklan. Meskipun ada juga Brand yang melakukan kegiatan komunikasi pemasarannya tanpa bantuan biro iklan.

Kemudian, Pesan dibentuk oleh biro iklan dengan/atau tim Marcomm brand. Lahirnya sebuah pesan biasanya memakan waktu. Ada proses perencanaan strategi Komunikasi yang bertujuan selain merencanakan strategi, juga menentukan  pesan untuk kampanye iklan. Pesan tersebut nantinya akan disampaikan melalui suatu media. Media dapat berupa surat kabar, majalah, TV, radio, internet, media sosial, outdoor dan lain-lain. Di masa sekarang, media pun dapat berupa media alternatif seperti yang dapat diakses via ponsel.

Noise dalam periklanan dibagi menjadi dua: gangguan eksternal dan internal. Eksternal adalah gangguan dari luar diri konsumen sebagaia konsumen atau sasaran. Gangguan eksternal ini dapat berupa tren sosioekonomi, masalah clutter dan juga masalah teknologi. Gangguan internal adalah gangguan yang ada di dalam diri konsumen. Misalnya saja pikiran, latarbelakang, fisik, dan lain-lain.

Tanggapan atau feedback dapat dilakukan dengan melakukan riset dan juga dengan mendengar tanggapan dari konsumen secara langsung. Ini yang penting dalam perencanaan suatu komunikasi, apa pun bentuknya, termasuk dalam komunikasi pemasaran. Bagaimana respons atau feedback yang diharapkan dari proses komunikasi itu harus ditentukan sejak awal. Mengapa ini penting? Karena jika respons yang diharapkan sudah ditentukan sejak awal perencanaan, kita dapat lebih tajam dalam menentukan pesan dan juga lebih tepat dalam menentukan media. Semakin jelas respons yang diharapkan dari penerima pesan, semakin efisien pula proses komunikasinya. Semakin efisien proses komunikasi artinya semakin efisiennya pula budget yang akan terpakai.

Yang terakhir adalah Penerima pesan atau Konsumen itu sendiri. Efektivitas komunikasi iklan akan ditentukan di sini. Dampak dari iklan dapat dilihat dari beberapa pendekatan yang tradisional atau sering dipakai. Misalnya: AIDA (awareness, interest, desire, action) atau TFD (think feel do). Dalam AIDA, dampak suatu iklan dilihat dari suatu proses yang akan dipraktekan dan dirasakan oleh konsumen. Saat awal ia menonton, kembaca, mendengar sebuah iklan, ia akan aware atau tertarik akan iklan tersebut. Kemudian setelah ia aware, tahap kedua adalah ia mulai tertarik untuk tahu lebih banyak tentang brand atau produk yang diiklankan tersebut. Tahap berikutnya, timbul keinginan untuk semakin mendalami produk atau jasa yang diiklankan tersebut. Bahkan keinginan untuk mendapatkannya, memilihnya dan tidak peduli jika ia harus membelinya. Kemudian yang terakhir adalah aksinya untuk segera memiliki produk tersebut dengan membeli di toko, klik ke website, mencoblos di TPS, dan lain-lain tindakannya.

Screenshot 2017-02-14 14.02.25

Model-model lainnya juga mengikuti beberapa tahap. Masing-masing model kurang lebih sama dalam tahap-tahapnya hanya saja ada sedikit perbedaan dalam aktivitas tahapannya.

 

REFERENSI:

  1. Belch, George E., and Michael A. Belch. 2009. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, 8th Edition. New York: McGraw-Hill/Irwin.
  1. Moriarty, Sandra., Nancy Mitchell and William Wells. 2009. Advertising: Principles & Practice, 8th Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Advertisements

#Voxtory, Here We Go!

Apa pentingnya tahu cerita di balik proses berpikir kreatif seseorang? Jawabannya mungkin seperti yang dikatakan seorang penulis, T.S Elliot: immature poets imitate, mature poets steal. Dengan tahu latar belakang berpikir kreatif seseorang, kita ‘mencuri’ yang mereka lakukan atau pikirkan untuk merangsang dan menginspirasi simpul-simpul kreativitas kita, sehingga dapat menerjemahkannya untuk melahirkan karya sendiri.

Cerita inspiratif terutama dari dunia musik dan kreatif, dirasa makin berkurang tersedia di media. Mengapa? Bisa jadi karena media yang menyajikan cerita panjang seperti majalah kian tidak dinikmati konsumen dan akhirnya tutup warung. Diganti dengan media-media online yang berjamuran tapi sayangnya tidak menyajikan cerita bermutu, mendalam dan menginspirasi. Dengan latar belakang demikian, maka muncul keinginan untuk menghadirkan kembali cerita-cerita mendalam terutama dari dunia musik, khususnya dan dunia kreatif, pada umumnya.

Media yang akan digunakan dalam bercerita adalah dengan dua media: tulisan dan suara. Suara dan tulisan tersebut akan ditayangkan di blog agar dapat dinikmati oleh semua orang yang tertarik. Tulisan juga akan dilengkapi dengan gambar berupa foto atau ilustrasi agar semakin menarik untuk dinikmati. Diharapkan suara dan tulisan itu akan saling melengkapi dalam mendalami cerita unik dari masing-masing narasumber.

Inilah, VOXTORY.

Untuk edisi perdana, silakan cek link ini: https://soundcloud.com/improaudio/kuple

Mari Bicara Musik

Tiba-tiba terpikir tentang: musik. Sesuatu yang sudah sedemikian lama lekat dalam hidup saya baik secara persepsi, impresi maupun fakta. Fakta yang saya sendiri pun sampai hari ini masih sering menolaknya. Menolak dilekatkan dengan musik. Mungkin malah seakan menolak maqom.

Terpikir hal ini sebenarnya sederhana awalnya. Segala penemuan di dunia yang mengubah peradaban manusia dimulai dengan pertanyaan. Kali ini pertanyaannya adalah: kenapa saya yang tempat berkaryanya banyak di musik malah sekarang jarang bicara tentang musik?

Alasan yang paling terasa adalah tidak ada lagi lawan bicara untuk sekadar bicara musik. Main musik bersama-sama jauh lebih sering dilakukan dibanding duduk dan bicara tentang musik. Bicara saja. Tidak perlu mimpi kejauhan. Hanya bicara. Lawan-lawan bicara yang dulu, sekarang telah sulit diajak bicara karena berbagai alasan. Keluarga, harta dan agama. Biasanya ketiga hal itu yang sering menjadi alasan mereka sulit, segan, atau malas untuk sekadar bicara tentang musik. Rekan bicara baru sulit juga dicari karena saya pun terikat dengan kewajiban dan tanggung jawab dalam hidup sehingga membatasi gerak.

Masih banyak sebenarnya hal dalam musik yang bisa didiskusikan. Industrinya berjalan terus tanpa henti. Banyak sudut pandang baru dalam melihat musik. Sudut pandang yang tidak terlihat pada saat kami masih aktif bicara musik. 

Mungkin musik saat ini adalah jalan sunyi yang harus ditempuh tapi siapa tahu di tengah jalan ada yang menyapa. Hingga kita akhirnya bicara.

Agama, Politik dan Brand

ahok-agus-anies_20160926_161839Ada tiga hal yang tidak habisnya dibicarakan oleh manusia seantero dunia. Bahkan pembicaraan ini sering menjadi perdebatan yang tak kunjung selesai sampai kiamat datang. Brand, agama dan politik. Ketiganya adalah bahan obrolan manusia modern setiap hari. Dalam 24 jam, pasti manusia akan membicarakan satu di antara ketiganya. Atau bahkan ketiganya sekaligus dalam waktu sehari.

Liverpool FC, FC Barcelona, Nike, Apple, Samsung, dan masih banyak brand atau merk lainnya di dunia. Kemudian, Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Shinto, Kong Hucu, Kejawen, dan banyak lagi agama dan kepercayaan yang ada di dunia. Lalu, ada pula globalisasi, terorisme, persaingan ekonomi, keadilan sosial, Pancasila, undang-undang, garis keras, Islam Politik, yudikatif, legislatif dan eksekutif yang senang sekali dibahas oleh manusia sedunia terkait masalah politik.

Di Pilkada DKI 2017, kita dapat ketiganya. Oleh karena itu, warga Jakarta dan Indonesia yang ada di dalam negeri atau luar negeri ramai membicarakannya. Ahok, Agus, Anies (3A) dan para pasangannya menjadi buah bibir selama kurang lebih 3-4 bulan terakhir.

Apa hubungannya dengan agama? Pendukung dari ketiganya sering digiring oleh media arusutama atau media sosial ke dalam perdebatan agama. Perdebatan ini tentu tidak jelas ujung pangkalnya. Disengaja atau tidak, agama digunakan sebagai perangkat oleh pendukung ketiganya untuk menjadi brand yang jagoan dan menangan serta sebagai pedang dalam pertarungan politik, untuk unggul dari lawan-lawannya.

Dalam politik, jelas ketiganya adalah peserta dalam suatu kontestasi politik besar di Indonesia. Suatu negara demokrasi yang besar di dunia. Ketiganya mau tidak mau akan dibicarakan secara politik oleh masyarakat Jakarta dan Indonesia.

Sekarang kita bicara hubungannya dengan brand. 3A ini bisa kita masukkan sebagai brand dengan masing-masing unique selling propositionnya. Ahok yang mengklaim bahwa ia sudah bekerja dan membuktikan pada rakyat kemampunnya. Ia membangun citra bersih dan transparan. Kemudian, Agus dengan mengangkat citra anak muda yang penuh semangat. Semangat seorang pemuda bekerja dan memimpin yang akan dirasakan masyarakat Jakarta jika ia terpilih. Lalu, Anies dan pasangannya Sandiaga Uno. Mereka menawarkan keadilan rakyat yang dirasa hilang di Jakarta ini.

Agama adalah perangkat. Politik sebagai kendaraan. Keduanya digunakan untuk memasarkan brand. Agar brand unggul atau laku di mata khalayak sasaran, apapun strategi awal dari pemasarnya.

Pilkada DKI 2017 ini cocok untuk dijadikan studi kasus dari tesisnya Steve Henry, pendiri biro iklan Howell Henry Chaldecott Lury yang mengatakan bahwa merk merupakan hal terbesar di dalam dunia ini, lebih besar dari pada kegiatan agama dan politik yang terorganisasi. Atau, malah melahirkan tesis lain bahwa ketiganya saling mendukung satu sama lain demi pencapaian suatu tujuan.

 

 

Hiburan untuk fans Batman


Lego belum tentu untuk anak-anak. Mungkin lebih banyak orang tuanya yang main Lego dibanding anaknya. Begitu pula film ini. Nggak beraryi film ini jadi film anak-anak meski treatmetnya pakai Lego dalam animasinya. 

Film ini lebih cocok ditonton oleh fans Batman. Fans yang mengikuti cerita Batman, paling tidak mengikuti semua filmnya, lebih oke kalau juga ngikutin komiknya. Film dari versi Adam West sampai versi Ben Affleck. 

Treatment animasi dengan menggunakan Lego mungkin hanya gimmick agar menarik untuk anak-anak, tapi saya cukup yakin nggak banyak anak yang paham film ini dari awal hingga akhir. 

Puasa Daging

Di atas meja ada dua piring. Di masing-masing piring tersebut ada dua daging. Lezat sekali tampaknya. Daging pertama sebesar genggaman orang dewasa. Daging kedua lebih kecil dari daging pertama. Hanya sebesar kelingking orang dewasa.

Perut terasa lapar melihat keduanya. Meski saya tahu bahwa keduanya daging haram. Yang pertama daging anjing dan yang kedua daging kucing. Perut sudah terasa begitu lapar terutama sajian presentasi keduanya, meski haram, begitu menggiurkan.

Ah, lebih baik puasa dulu. Sambil menunggu makanan halal yang dibuat dari bahan halal dan dimasak oleh cook yang paham akan pentingnya kehalalan. Demi kebaikan lahir batin para penikmat masakannya nanti, bukan sekadar pemuas rasa lapar.

Bacalah

Bacalah, kalimat-kalimat Tuhan yang ada di dalam Al Quran. 

Bacalah, syariat-syariat alam yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Air itu benda cair, mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jantung berdetak dari sejak manusia lahir hingga nanti ia dipanggil Tuhan. Itu syariat Tuhan. 

Bacalah, kalimat dan syariat yang ada di dalam tubuh, pikiran dan jiwa kita. 

Bacalah, dengan menyebut nama Tuhan Maha Pencipta.

Filmnya oke. Anak-anak happy. Terganggu dengan audionya. Tipikal kebanyakan film lokal, sering take audio for granted.