Mari Bicara Musik

Tiba-tiba terpikir tentang: musik. Sesuatu yang sudah sedemikian lama lekat dalam hidup saya baik secara persepsi, impresi maupun fakta. Fakta yang saya sendiri pun sampai hari ini masih sering menolaknya. Menolak dilekatkan dengan musik. Mungkin malah seakan menolak maqom.

Terpikir hal ini sebenarnya sederhana awalnya. Segala penemuan di dunia yang mengubah peradaban manusia dimulai dengan pertanyaan. Kali ini pertanyaannya adalah: kenapa saya yang tempat berkaryanya banyak di musik malah sekarang jarang bicara tentang musik?

Alasan yang paling terasa adalah tidak ada lagi lawan bicara untuk sekadar bicara musik. Main musik bersama-sama jauh lebih sering dilakukan dibanding duduk dan bicara tentang musik. Bicara saja. Tidak perlu mimpi kejauhan. Hanya bicara. Lawan-lawan bicara yang dulu, sekarang telah sulit diajak bicara karena berbagai alasan. Keluarga, harta dan agama. Biasanya ketiga hal itu yang sering menjadi alasan mereka sulit, segan, atau malas untuk sekadar bicara tentang musik. Rekan bicara baru sulit juga dicari karena saya pun terikat dengan kewajiban dan tanggung jawab dalam hidup sehingga membatasi gerak.

Masih banyak sebenarnya hal dalam musik yang bisa didiskusikan. Industrinya berjalan terus tanpa henti. Banyak sudut pandang baru dalam melihat musik. Sudut pandang yang tidak terlihat pada saat kami masih aktif bicara musik. 

Mungkin musik saat ini adalah jalan sunyi yang harus ditempuh tapi siapa tahu di tengah jalan ada yang menyapa. Hingga kita akhirnya bicara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s