Telemarketing, efektif?

ccAliens

Begitu sering ditelepon oleh lembaga keuangan menawarkan berbagai macam produk, sehingga muncul pertanyaan: memangnya seberapa efektif telemarketing sebagai taktik suatu pemasaran? Akan sangat membantu jika ada yang sudah melakukan riset tentang pertanyaan ini. Sehingga secara akademis bisa dipertanggungjawabkan.

Asumsi sementara saya adalah telemarketing (masih) efektif sebagai sebuah taktik dalam pemasaran produk keuangan. Buktinya adalah sedemikian sering para telemarketer menghubungi. Sering kali telemarketer itu berasal dari lembaga yang sama dan tentunya juga sudah saya tolak berkali-kali.

Jika memang terbukti efektif, maka tidak bisa disalahkan jika para lembaga keuangan itu masih menggunakan cara telemarketing yang sama berulang kali. Penolakan adalah risiko, tapi gain yang didapat pasti lebih besar dari risikonya. Begitu harusnya secara logika.

Jika telemarketing ternyata tidak efektif, pertanyaannya, kenapa cara demikian masih dilakukan? Bukannya ini malah dapat mengakibatkan risiko, misalnya trust menurun terhadap brand lembaga keuangan tersebut?

 

Advertisements

Copywriter, binatang apa itu?

writing_quotes__mark_twain-1

Copywriter terlibat dalam pembuatan berbagai bentuk iklan dan materi promosi. Berbagai macam materi promosi, bukan yang hanya sering kita lihat di media. Bahkan banyak iklan atau materi promosi yang tidak pernah kita lihat. Kita cenderung hanya memikirkan kampanye paling terkenal untuk brand-brand mapan: iklan yang kita lihat disiarkan di saluran televisi utama, disisipkan ke papan reklame besar atau tayang via YouTube.

Copywriter tidak bekerja sendirian dalam membuat iklan. Dalam sistem kerja traditional advertising agency, copywriter dipasangkan dengan seorang art director. Jika copywriter bertugas untuk menyampaikan pesan sebuah iklan atau materi promosi melalui kata-kata, art director yang akan mengolah visualnya.

Cara kerja mereka sangatlah dinamis dan luwes. Artinya, tidak selamanya copywriter hanya bertugas mencari kata-kata. Ia juga dapat membantu memikirkan visual. Begitu juga dengan seorang art director dapat membantu membuat headline. Pada praktiknya, banyak copywriter yang sangat visual driven dan banyak juga art director yang pintar bermain kata-kata.

Ada banyak sekali materi iklan atau promosi yang membutuhkan masukan kreatif dari copywriter. Bukan hanya di biro iklan saja kita dapat menemukan copywriter. Keterampilan copywriter juga terlibat dalam banyak tempat lain. Tugas mereka tetep membuat dan membuat teks untuk berbagai macam materi promosi dan pemasaran. Misalnya saja, biro PR, konsultan pemasaran, graphic house, digital marketing agency dan lain-lain. Bahkan, brand owner sendiri juga sering menggunakan jasa copywriter untuk membuat materi-materi promosi dalam berbagai media.

Iklan membawa banyak pesan ke sejumlah khalayak sasaran yang berbeda. Kita juga  sepakat bahwa iklan adalah suatu bentuk komunikasi. Iklan mengikuti alur komunikasi dan juga berkomunikasi secara semiotika. Ada pesan yang ingin disampaikan dalam iklan. Ini adalah bagian penting dari pekerjaan copywriter profesional untuk memastikan pesan tersebut berhasil disampaikan.

Menyampaikan pesan melalui kata-kata dan visual. Itu lah tugas utama tim kreatif dalam marcomm atau lebih spesifik, periklanan. Copywriter dan art director harus bekerjasama mencari cara kreatif dalam penyampaian pesan tersebut. Kata-kata dan visual bukan saling bersaing tapi harus saling melengkapi, sehingga pesan dari iklan atau materi promosi tersebut dapat tersampaikan dengan sejelas-jelasnya.

Copywriter iklan bertugas untuk menyampaikan pesan dan meyakinkan orang melakukan tindakan tertentu, apakah itu ajakan mencoba pisau cukur baru, untuk menyadari bahaya narkoba atau untuk menyumbangkan uang ke badan amal. Di situlah tantangan seorang copywriter. Pekerjaannya yang begitu dinamis karena mengerjakan berbagai macam jenis brand, produk, atau jasa. Lalu, ia juga bekerja untuk menyampaikan pesan ke berbagai khalayak sasaran, dengan berbagai macam media yang berbeda pula. Ditambah lagi, ia dituntut untuk hadir dengan ide-ide yang kreatif dan orisinil.

Dengan begitu dinamisnya pekerjaan seorang copywriter, maka mau tidak mau ia harus selalu siap untuk menuangkan ide-idenya, terutama melalu tulisan atau kata-kata. Tidak jarang seorang copywriter sedang merasa tidak mood pada saat pekerjaan datang dan deadline semakin dekat. Seorang copywriter bukanlah seorang seniman kata seperti misalnya penulis novel, penulis puisi atau penulis lagu. Ia bekerja dengan deadline yang ketat. Ia dituntut untuk segera menulis meski merasa tidak mood atau mentok dalam penulisan.

Salah satu cara dalam menghadapi hal seperti tidak mood atau mentok ini adalah paksakan menulis. Menulis apa saja. Tidak perlu dipikirkan apakah tulisan itu baik atau buruk. Yang penting adalah menulis dan menulis. Setelah mood kita mengalir kembali atau sudah mendapat ilham, baru kita lihat kembali tulisan tersebut. Bagian mana yang perlu diedit.

Selain menulis untuk memersuasi khalayak sasaran dengan menonjolkan benefit atau USP dari suatu produk atau jasa, copy dalam iklan biasanya diharapkan untuk menciptakan respons yang lebih kompleks di antara penonton kita. Respons tersebut dapat muncul lewat suatu tulisan menyentuh emosi khalayak sasaran.
Emosi khalayak sasaran adalah kekuatan dalam memainkan peran bagaimana mereka berperilaku sebagai konsumen produk dan layanan. Copy dalam iklan sangat membantu untuk melahirkan sebuah emosi yang diharapkan, apakah emosi gembira, sedih, marah, dan lainnya. Kata-kata dalam iklan dapat membuat sebuah iklan seakan berbicara langsung kepada sasaran. Apalagi jika si copywriter sangat paham akan insight dari konsumen yang dituju.