Analisis adalah Koentji dalam #SiklusIntelijen

Analysis-b

pic: skyway media

Analisis adalah langkah ketiga. Langkah sebelumnya dapat dibaca di sini. Analisis dalam intelijen adalah pokok dari suatu produk intelijen. Tanpanya, produk intelijen hanya akan merupakan sebuah catatan mengenai data-data tentang suatu tempat. Analisis yang membuat produk intelijen memiliki nilai lebih dibanding dengan informasi lain, seperti informasi dari media-media misalnya.

Esensi dari analisis intelijen adalah harus memiliki kedalaman informasi dan pengetahuan akan suatu subjek masalah. Sedangkan tujuan dari analisis, adalah mendapatkan informasi sejelas-jelasnya dengan cara meneliti informasi yang didapat sehingga dapat bermanfaat bagi user dalam mengambil keputusan. Analisis yang baik mampu memberi pengaruh positif dalam output dari keputusan. Baik itu untuk kepentingan dalam atau luar negeri. Produk dari analisis intelijen terdiri dari berbagai bentuk:

  • Current Intelligence
  • Estimative Intelligence
  • Basic Intelligence
  • Warning Intelligence:
  • Intelligence for Operational Support
  • Scientific and Technical Intelligence

Peran analis adalah menganalisis informasi yang sudah dikumpulkan dan diproses untuk melahirkan produk intelijen. Dengan tersedianya data yang sudah diproses, seharusnya akan memudahkan analis dalam memroduksi produk intelijen. Kata kuncinya adalah ‘tersedianya data’. Data yang ia terima dalam era informasi seperti sekarang ini bisa sangat banyak. Selain mendapatkan data yang sudah terproses, ia juga mungkin akan terpapar dengan info dari luar yang belum terproses. Ia bisa terpapar dari mana saja. Saat menonton TV, dengar radio atau sesederhana, sedang buka e-mail atau internet.

Hal ini dapat membuat hilangnya fokus analis dari data-data yang sudah terproses tadi. Fokus hilang, dan akan membuang waktu jika harus mengulang proses.

Kecepatan informasi ini di lain sisi juga menuntut analis untuk bekerja cepat. Dengan bekerja cepat berarti mengorbankan analisis detail. Dengan kata lain, mengorbankan keakuratan dari suatu produk intelijen. Padahal, para petinggi negara membutuhkan suatu analisis intelijen yang strategis maupun laporan intelijen tentang isu terkini.

Intelijen strategis memerlukan waktu lebih lama untuk dihasilkan, sementara karena intelijen merupakan bagian dari suatu pemerintahan, maka pembuat kebijakan menginginkan produk intelijen yang dapat mendukung kebijakan-kebijakan politiknya.

Informasi di era ini tapi juga membawa sisi positif. Antara lain, komunikasi akan jauh lebih cepat dan real time antara user dan intelijen. Sehingga seharusnya tidak ada lagi tembok birokrasi yang menghalangi untuk bekerja lebih efisien.

Advertisements

One thought on “Analisis adalah Koentji dalam #SiklusIntelijen”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s