Sila Yatim Piatu

pancasila

1 Juni. Hari lahir Pancasila. Semua ingat. Tentunya ingat juga sila-sila dalam Pancasila.

Dari kelima sila Pancasila, sila kelima adalah tujuan. Meraih keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah cita-cita bangsa ini. Sayangnya, keadilan masih jauh dari harapan.

Sila kelima, menurut Buya Syafii Maarif adalah sila yatim piatu. Ya, seorang yatim piatu artinya tidak ada orang tuanya. Tidak ada sosok untuk menjaga, menemani, dan melindunginya. Ia hidup sendiri. Syukur kalau ada yang mau mengasuhnya sementara, tapi kalau tidak ada artinya dia harus hidup sendirian. Rawan untuk disakiti, diserang dan dimanipulasi. Terbukti saat ini si yatim piatu sering kali dicederai oleh mereka yang bahkan mengaku Pancasilais. Memang dalam kenyataannya keadilan masih jauh dari keinginan Pancasila.

Sekarang di era pascakebenaran, orang yang berpikir, atau paling tidak mencoba berpikir adil, sering kali dituduh macam-macam. Bisa dituduh radikal, dituduh pro itu atau anti anu. Bahkan dituduh tidak dalam golongan #SayaPancasila. Ironis.

Memang sulit menjadi sila yatim piatu tanpa orang tua sebagai pelindung. Siapa kira-kira yang ingin menjadi ‘orang tua’ si yatim piatu ini?

Selamat hari lahir Pancasila.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s