Elang di Bataclan

Melihat langsung di depan mata bagaimana orang ngebunuh orang dengan amunisi, granat dan bom. Traumatis. 

Peristiwa yang menyayat moral bagi yang melihat langsung. Apalagi kalau korbannya adalah teman sendiri atau yang sudah dianggap teman. Saya pribadi nggak berani membiarkan bayangan kejadian  itu melintas di kepala. Insiden terjadi di depan mata sendiri. 

Dibutuhkan keberanian dan tekad kuat untuk keluar dari trauma itu. Nggak cuma itu, kehadiran teman juga penting. Malah sangat penting. 

Beruntung bagi kita yang selalu punya teman..

http://imdb.com/rg/an_share/title/title/tt6212934/

Hiburan untuk fans Batman


Lego belum tentu untuk anak-anak. Mungkin lebih banyak orang tuanya yang main Lego dibanding anaknya. Begitu pula film ini. Nggak beraryi film ini jadi film anak-anak meski treatmetnya pakai Lego dalam animasinya. 

Film ini lebih cocok ditonton oleh fans Batman. Fans yang mengikuti cerita Batman, paling tidak mengikuti semua filmnya, lebih oke kalau juga ngikutin komiknya. Film dari versi Adam West sampai versi Ben Affleck. 

Treatment animasi dengan menggunakan Lego mungkin hanya gimmick agar menarik untuk anak-anak, tapi saya cukup yakin nggak banyak anak yang paham film ini dari awal hingga akhir. 

Bacalah

Bacalah, kalimat-kalimat Tuhan yang ada di dalam Al Quran. 

Bacalah, syariat-syariat alam yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Air itu benda cair, mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jantung berdetak dari sejak manusia lahir hingga nanti ia dipanggil Tuhan. Itu syariat Tuhan. 

Bacalah, kalimat dan syariat yang ada di dalam tubuh, pikiran dan jiwa kita. 

Bacalah, dengan menyebut nama Tuhan Maha Pencipta.

Filmnya oke. Anak-anak happy. Terganggu dengan audionya. Tipikal kebanyakan film lokal, sering take audio for granted.

Solo, Solitude

Rezim otoritarian, segalanya yang bertentangan akan dibungkam. Aparat akan dikerahkan demi memadamkan suara-suara haram. 

Meskipun sang kritikus hanyalah pengguna kata-kata. Bukan ahli senjata. 

Sosoknya mungkin telah hilang. Mungkin hidupnya sudah di seberang.

Yang tertinggal hanyalah pelajaran dan menjadi sejarah kelam bangsa. Yang tidak boleh terulang di saat anak cucu kita dewasa.
*suka dengan casting dan DOP-nya*

Patriots’ Day: Boston Strong

Hari ini 14 Januari 2017 bertepatan dengan saru tahunnya peristiwa bom Tahmrin. Aksi teror di Kamis pagi menjelang siang hari di sekitar jalan Tahmrin, Jakarta Pusat mengagetkan banyak orang. Aksi tersebut memakan delapan korban termasuk empat pelakunya.

Setelah aksi tersebut muncul ujian terutama bagi masyarakat Jakarta. Apakah mau tunduk dan takut terhadap aksi ini atau bangkit dan melawan. Pilihannya adalah yang terakhir. Masyarakat Jakarta tidak takut. Dalam hitungan jam, polisi sudah berhasil mengendalikan situasi. Masyarakat ibu kota dapat terus melanjutkan aktivitasnya. Bahkan kabarnya ada penjual sate yang terus saja mengipas satenya meski saat itu sedang terjadi baku tembak di sekitar tempatnya bekerja. #KamiTidakTakut, #JakartaBangkit dan hashtag lainnya menghiasi linimasa media sosial maupun media arusutama.

Bangsa ini tidak pernah takut. Kalau kata Cak Nun, bangsa ini cukup bermodalkan ‘bismillah’ berani berbuat apa saja. Peluru, penjajah, teroris, apa pun tidak akan dapat menakut-nakuti bangsa ini. 

Pas di hari satu tahun aksi Thamrin, saya menonton film ini. Teringat setahun lalu. Teringat kekuatan masyarakat Jakarta, dan Indonesia.

Arrival: Bahasa adalah awal peradaban

Pic: digitalspy.com

Menjadi seorang ahli bisa menyenangkan, bisa juga tidak. Menyenangkan karena kita bisa membantu kemanusiaan dengan ilmu yang kita punya. Di sisi lain dengan ilmu tersebut justru bikin kita melihat atau tahu hal-hal yang sebaiknya tidak diketahui banyak orang. Selalu ada risiko menjadi ilmuwan, bahkan menjadi apa saja. 

Ilmuwan itu keren. Selama nggak jadi ‘staf ahli’. Ahli kok jadi staf? Contoh masalah penggunaan bahasa yang kerap hadir di sekitar kita. Padahal bahasa adalah awal sebuah peradaban.