Pasca AFF 2016

Jangan bersedih Indonesia, tim nasional Garuda dan suporter setianya. Lima kali menjadi runner up piala AFF. Runner up itu istilah barat, tapi kalau istilah Indonesia, adalah ‘juara dua’ atau ‘ranking dua’, istilah yang sering dipakai di sekolah. Ya gelarnya tetap ‘juara’, tapi yang kedua. 

Spesialis runner up itu adalah nasib. Nasib yang sama dengan negara penjajah kita, Belanda, spesialis runner up di ajang Piala Dunia. Mungkin kalau kita dijajah Inggris, masih bisa berprestasi seperti Singapura dan Malaysia. Kalau kita tidak pernah dijajah, malah mungkin akan jadi macan Asia Tenggara seperti Thailand.

Jadi kenapa kita selalu runner up? Kita salahkan saja Belanda! Oke sip.

Advertisements

Sejarah 101

Memahami sejarah, bukan menghafal. Karena warisan pendidikan Orde Baru adalah menghafal sejarah. Menghafal tanggal kapan terjadinya perang, lahirnya suatu organisasi atau pertempuran, dan lain-lain. Garis waktu dalam sejarah penting dan perlu untuk memahami konteks suatu kejadian bukan sekadar untuk dihafal.

Sejarah adalah untuk mengetahui konteks suatu masa. Dengan mengetahui konteksnya, keluaran yang dihasilkan dapat dijadikan rujukan untuk masa kini dan masa depan. Sayangnya masih banyak orang yang tidak kenal sejarah. Akibatnya adalah melakukan kesalahan yang sama seperti dulu.

Seandainya kita mau lebih memahami sejarah…

Garuda dan Binatang

Singa seakan diam-diam mencuri dari sarang Garuda.

Ia pikir, ia lolos dari pengawasan Garuda.

Garuda sebenarnya tahu ia sedang kemalingan tapi ia terlalu sibuk.

Sibuk kelahi dengan Unta, Elang dan Naga.

Bahkan dengan anggota keluarganya sendiri.

Garuda mestinya terbang tinggi.

Jauh di atas binatang-binatang lain.

Karena memang sudah seharusnya ia berada jauh di atas sana sesuai kodrat dan khitahnya.

#Milad104

Kurang lebih 104 tahun yang lalu, Kiai Haji Ahmad Dahlan mengubah arah kiblat masjid di daerah Kauman ke arah Ka’bah. Karena saat itu, arah kiblat tidak tentu dan tidak seragam. Diprotes orang? Jelas. Dimaki orang? Mungkin banget, tapi yang pasti, beliau maju terus karena yakin akan kebenaran.

Selamat hari jadi yang ke 104 Persyarikatan Muhammadiyah. Selalu di depan membawa Indonesia berkemajuan.

The Godmother

Spoilrtv.com

Ibu adalah awal kehidupan manusia setelah diberi nyawa dan hidup di dalam rahim sampai akhirnya keluar di dunia. Lalu manusia dibesarkan oleh ibu. Diteteki, dirawat, dididik, sampai akhirnya besar dan mandiri. Mandiri? Belum tentu. Bisa karena manusia hidup di bawah ketiak ibunya karena memang dibuat sedemikian rupa, sehingga manusia, cowok sangar dan bandit sekalipun, tetap tunduk pada sang ibu.

Sebenarnya sulit menemukan nilai-nilai positif normatif dari serial ini. Jangan-jangan justru itu yang bikin serial ini menarik.

Like My Father Before Me


#40HariWafatnyaPapa

Facebook, 13 Feb 2011
…Stop kekerasan fisik. Stop kekerasan verbal (intimidasi). Ciptakan dialog setara. Sesuai nilai Pancasila. Lama memang. Melelahkan memang. Itulah pilihan umat bertaqwa. Itulah pilihan manusia beradab. Itulah pilihan-ku. Damailah negara-ku. Damailah Indonesia-ku……

Di atas adalah tulisan almarhum papa di status facebook-nya. Entah respons terhadap kejadian apa sampai papa nulis itu, pada sehari sebelum hari Valentine. Sepertinya nggak ada yang luar biasa pada bulan dan awal tahun 2011 di Indonesia. Yang lebih ramai saat itu adalah dimulainya Arab Spring, terutama di Mesir. Apa pun alasannya, tapi papa mengekspresikannya dalam media sosial. Asumsinya, memang ia melihat atau dengar sesuatu yang bikinnya gelisah.

Kegelisahan papa hampir 6 tahun lalu itu, ternyata itu juga kegelisahan saya dan banyak orang Indonesia sekarang ini. Kekerasan fisik masih terjadi. Intimidasi sangat jelas, terutama di media sosial. Solusi menciptakan dialog juga bukan hal yang baru tapi tetap belum terwujud. Pancasila? Saya nggak terlalu yakin masih banyak yang paham nilai-nilainya, tapi memang itu yang terbaik untuk bangsa ini. Suka nggak suka, percaya nggak percaya. Memang lama dan melelahkan, buktinya enam tahun dari ditulisnya status itu sampai sekarang nggak ada perubahan berarti, atau sepertinya makin parah.

Tongkat estafet di tangan kita yang masih di hidup. Like my father before me, saya pun memilih untuk yakin akan pilihan ini. Saya juga manusia beradab dan beriman, demi kebaikan keluarga dan bangsa.

Yang Di Belakang

Yang di belakang, jelas bukan di depan

Yang di belakang, jadi tidak kelihatan

Yang di belakang, hadir tanpa alasan

Yang di belakang, entah apa niatan

Yang di belakang, perencana kerusuhan

Yang di belakang, tertawa senang

Yang di belakang, lelaki atau perempuan

Yang di belakang, jelas tidak jantan