Saling (Gon)Jaga

Sand Restaurant, Sanur, Bali

Saya diajarkan, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia diminta untuk saling jaga. Saling jaga harta, nyawa dan martabat. Artinya, kita, manusia, siapa pun dia, apa pun jabatannya, apa pun suku bangsa dan agamanya harus saling jaga. Bukan malah saling rampok harta, baik itu uang, aset, tanah, jabatan atau lainnya. Bahkan saling cabut nyawa, apa pun alasannya. Atau, saling rendahkan martabat dan harga diri, demi hak, kuasa dan kebenaran absolut.

Sayangnya, begitulah kenyataannya. Ternyata sulit menjaga ketiganya agar manusia tidak saling menyakiti.

Pertanyaannya, apa ada masyarakat atau kumpulan manusia seperti itu? Mau saling jaga, saling percaya. Saya cukup yakin jawabannya ‘ada’. Meski butuh proses lama, mengikuti arus perubahan ruang dan waktu, tapi pada akhirnya kita akan tahu siapa orang-orang itu. Tanpa perlu diyakinkan dengan iklan layanan masyarakat, tanpa perlu di-tes dengan uji laboratorium, kita dapat rasakan.

Foto di atas, bagi saya, adalah kumpulan tersebut. Jumlah orang di foto hanyalah sebagian dari kumpulan kami. Jumlahnya lebih dari itu.

Di dalam kumpulan kami, saya cukup yakin, tidak akan saling rampok harta, lecehkan martabat, apalagi saling cabut nyawa. Apa pun pertaruhannya. Apa pun ‘bayarannya’. Siapa pun pilihan gubernur atau presidennya. Apa pun afiliasi ideologinya. Apa pun pijakan politiknya. Apa pun agamanya.

Kami, alumni Kolese Gonzaga angkatan tiga, akan saling jaga. Insya Allah.

Advertisements

Dua Puluh Lima Tahun´╗┐

Foto: AJ Johnson

Almarhum papa pernah bilang, bahwa teman yang akan selalu ada diingatan kita adalah teman pas SMA dan kuliah. Teman yang selalu terasa dekat meski bertahun-tahun nggak ketemu. Benar-benar nggak ketemu setelah lulus SMA. Dalam kasus saya hari ini, nggak ketemu selama kurang lebih 25 tahun lamanya. 

Yang hilang adalah waktu. Cara pikir pastinya juga berubah akibat pengalaman hidup. Yang nggak berubah adalah ruang di otak dan hati kita yang menyimpan semua kenangan, pengalaman, kegilaan, keisengan, ketawaan, dan sebagainya pas SMA. Kita tinggal menekan satu tombol untuk membuka ruang itu. Begitu ia terbuka, 25 tahun nggak terlalu terasa lama. My old man was right..