#12Album: Kampungan – slank

Suatu hasil karya meledak karena bertepatan dengan konteks ruang dan waktu. ‘Kampungan’ ini salah satu buktinya. Selera pasar musik saat itu sekitar akhir 80-an sampai awal 90-an adalah Guns N Roses. Apa pun yang bernuansakan GnR hampir pasti laku. Tidak hanya berlaku pada genre tapi juga attitude dan bahkan gaya hidup. Semua itu ada pada Slank. Suka gak suka album ini juga terpengaruh oleh era GnR tersebut, meski para personil Slank saat itu punya referensi musik masing-masing yang sangat jauh dari band-band ‘jebolan’ The Roxy di Los Angeles sana.

Pertama kali tahu Slank, nonton mereka di televisi, kalau gak salah di TVRI. Ya, stasiun milik pemerintah itu memang cukup keren di zamannya dengan acara-acaranya. Waktu itu masih promosi album pertama, ‘Suit..suit..Hehe’ tapi malah bisa dapat albumnya beberapa bulan kemudian. Ternyata mereka sudah punya album baru, ‘Kampungan’.

Album yang nggak sopan dan nggak senonoh di zamannya ini jelas langsung jadi playlist di pemutar kaset saya. Nggak ada band yang selugas ini dalam bermusik, terutama dalam liriknya. Iwan Fals lugas tapi nggak teriak “Anjing!” kan di lagu-lagunya? 

Album yang pas dengan suasana hati dan situasi saat itu. Muda, liar, berontak, dan anjing.

Advertisements

Politik Slengekan

“Fuckin politic, don’t like the ethic…”

Begitu cuplikan bagian chorus dari lagu Funkin Politic. Lagu yang ada di album Virus, album milik Slank. Sebagai slankers pasti tahu album ini yang dirilis sekitar tahun 2001.

Tahun 2001 kondisi politik masih belum menentu karena Orde Baru belum lama tumbang. Bisa jadi karena situasi seperti itu sehingga Slank sampai menulis lagu ini.

Dipercepat ke tahun 2014 hingga 2016. Mungkin dua tahun belakangan, Slank sudah merasa bahwa politik sudah membaik sehingga perlu mendukung calon dalam pemilihan. Butuh waktu 13-15 tahun pandangan terhadap politik yang tanpa etika pun berubah 180 derajat. Entah apa sebabnya. Saya pun ingin tahu.

Duh, nggak kebayang misalnya Johnny Rotten 15 tahun setelah menyanyikan Anarchy in The UK dan God Save The Queen, mendadak mendukung monarki Inggris dan menerima gelar MBE yang sudah disiapkan pemerintah Inggris (fyi, Johnny menolak menerima gelar tersebut). Punk would be dead, literally.